Cara Mengatasi Batu Ginjal

Batu ginjal merupakan benda padat yang dibentuk oleh presipitasi berbagai zat terlarut dalam urine pada saluran kemih. Batu dapat berasal dari kalsium oksalat (60%), fosfat sebagai campuran kalsium, amonium dan magnesium fosfat (batu tripel fosfat ini terjadi akibat infeksi) (30%), asam urat (5%) dan sistin (1%).

Gumpalan batu ginjal yang terbetnuk ini sering menyumbat aliran urine yang akan keluar dari tubuh. Lama-kelamaan batu ginjal akan membesar dan menggumpal sehingga menimbulkan rasa nyeri yang dapat menyebabkan infeksi atau peradangan. Batu ginjal ini bukan hanya membuat organ ginjal mengalami kesakitan. Namun sekujur tubuh akan ikut merasakan sakit bila tidak segera diobati.

Gambar 1: Batu ginjal pada organ ginjal yang menyumbat saluran ureter

Gambar 2 : Bentuk-bentuk batu ginjal

Adapun beberapa cara mengatasi batu ginjal :

1. Kurangi konsumsi daging

Peningkatan konsumsi protein hewani memperbesar peluang terjadinya batu ginjal. Oleh karena itu, mengurangi konsumsi protein hewani dapat menurunkan risiko batu ginjal.

2. Banyak minum air putih

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang minum lebih dari 2 1/2 liter air putih setiap hari mengalami penurunan risiko mengalami batu ginjal sekitar 40 persen dibandingkan orang yang hanya sedikit minum air putih.

3. Batasi konsumsi grapefruit juice dan minuman bersoda

Penelitian menujukkan bahwa kedua jenis minuman tersebut dapat meningkatkan risiko batu ginjal.

4. Diet tinggi kalium dan magnesium

Dengan melakukan diet tinggi kalium dan magnesium dapat mengurangi kemungkinan mengalami batu ginjal.

5. Suplemen pyridoxine dan magnesium

Konsultasikan dengan dokter jika Anda mengambil suplemen pyridoxine dan magnesium.

Jika dikonsumsi secara bersamaan, kedua suplemen tersebut dapat mengurangi oksalat, garam mineral yang ditemukan di batu ginjal.

6. Batasi asupan kalsium dan garam

Anda harus membatasi asupan kalsium dan garam sebagai salah satu langkah untuk mencegah terjadinya batu ginjal.

Banyak para ahli kesehatan menyarankan untuk lebih baik menghindari penyakit ini dengan banyak menggerakkan anggota tubuh melalui olahraga. Dengan banyak bergerak, maka aliran darah akan berjalan dengan lancar sehingga seluruh cairan tubuh akan melakukan sirkulasi secara nromal.

Memperbanyak konsumsi air putih juga merupakan salah satu cara mengatasi timbulnya batu ginjal. Masuknya cairan ke dalam tubuh akan membuat keseimbangan terhadap cairan tubuh yang keluar akibat aktivitas kerja yang dilakukan oleh tubuh. Meminum sebanyak delapan gelas per hari sangat disarankan oleh para ahli penyakit ginjal.

Hal ini diharapkan akan menggantikan cairan yang keluar dari dalam tubuh selama satu hari. Selain itu, cairan atau serta yang baik untuk tubuh dapat berasal dari buah-buahan ataupun sayuran.

Posted in batu ginjal | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Tips Mencegah Batu Ginjal

Jika terdapat gejala atau keluhan pada pasien, maka harus segera dipikirkan tindakan pada pasien. Kecuali pada kasus silent stone, kandungan empedu yang sudah meradang dan infeksi baik akut maupun kronik harus segera dilakukan pengangkatan kandung empedu. Mengapa demikian? Sebab fungsi dan struktur kandung empedunya sudah tidak normal lagi. Bahkan jika tidak diangkat akan terjadi kekambuhan yang akan membuat kandung empedu semakin rusak dan tidak berfungsi sama sekali.

Lalu bagaimana dengan fungsi kandung empedu setelah pengangkatan? Pasien tidak perlu terlalu risau karena kandung empedu yang diangkat tidak akan menimbulkan masalah yang besar. Biasanya pasien hanya mengeluhkan rasa mual dan kembung setelah makan makanan berlemak terlalu banyak. Oleh karena itu pasien harus memperhatikan konsumsi makanannya sehari-hari agar tidak terlalu mengkonsumsi lemak yang berlebihan. Kondisi ini memang akan berbeda pada masing-masing orang. Setidaknya pasien dapat menilai sendiri seberapa banyak lemak yang harus dibatasi.

Selain pengangkatan ada juga obat-obatan yang dapat menghancurkan batu empedu terutama yang komposisi utamanya kolesterol. Namun obat tersebut harus diminum secara rutin dan jangka waktu yang cukup lama. Tapi memang efektivitasnya tidak seratus persen. Perubahan gaya hidup dan memperkecil faktor resiko terjadinya batu empedu juga tidak kalah penting. Kolesterol tinggi dan obesitas adalah fakor resiko yang bisa diubah.

Di Amerika, kebanyakan kasus batu empedu adalah batu kolesterol sebab gaya hidup dan faktor resiko masyarakat Amerika yang dekat sekali dengan konsumsi lemak dan obesitas. Di Indonesia sendiri, penelitian terdahulu menyatakan bahwa kebanyakan batu empedu terdiri dari batu pigmen. Namun saat ini mengingat gaya hidup masyarakat Indonesia yang mulai banyak mengkonsumsi lemak, maka kemungkinan besar batu empedunya juga jenis batu kolesterol.

Jika tidak diobati dengan benar, maka batu empedu akan mengalami peradangan dan infeksi. Selanjutnya akan terjadi komplikasi. Memang pada kenyataannya, hanya 60% batu empedu yang berlanjut parah dan menimbulkan komplikasi. Sisanya akan menghilang dengan sendirinya. Ada juga yang kemudian lepas sendiri. Namun pun demikian, batu empedu tidak boleh dianggap remeh. Kemungkinan terjadinya ascending kolangitis adalah salah satu dari sekian komplikasi yang mengerikan. Artinya adalah infeksi kandung empedu yang meluas hingga ke rongga perut (peritonitis). Penanganan pada kasus ini akan sangat sulit sebab harus segera dilakukan tindakan operasi besar yang resikonya juga besar.

Batu empedu bisa timbul lagi walau telah dilakukan operasi. Hal itu bisa terjadi jika pasien tidak menjaga pola hidup yagn sehat, seperti tetap mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak dan jarang atau tidak pernah sama sekali berolahraga.

Posted in batu ginjal | Tagged , , , | Leave a comment

Pengobatan Batu Ginjal

Biasanya pendekatan pengobatan penyakit batu ginjal dengan dunia medis ditempuh dengan dua cara. Pertama penderita dianjurkan untuk melakukan pencegahan atau pengobatan penyakit batu ginjal mandiri. Caranya, minum air putih sebanyak-banyaknya atau sekurang-kurangnya dua liter setiap hari agar garam-garam yang ada di kandung kemih tidak keruh dan mengkrostal. Upaya lain, batasi konsumsi makanan yang banyak mengandung zat kalsium oksalat dan asam urat. Obat-obatan yang diberikan memiliki beberapa tujuan, diantaranya :

  1. Menghancurkan atau meluruhkan bati di saluran kemih.
  2. Menghambat pembentukan bati yang mungkin terbentuk
  3. Mengatasi komplikasi atas penyakitnya  dan
  4. Mengatasi kelainan dari penyebab faktor kimiawi dengan efek menurunkan kadar kalsium (oksalat, fosfat) menurunkan kadar asam urat, mencegah atau mengobati dan menormalkan pH air kemih (asam basa)

Jika belum ada kemajuan dengan obat-obat batu ginjal tersebut maka dilakukan pemeriksaan dengan rontgent di bagian pinggang. Jika ternyata batu-batu disaluran kemih (ginjal, ureter, atau kandung kemih) masih ada dan diperkirakan batunya relative besar maka tindakan pengpbatan penyakit batu ginjal selanjutnya adalah pengambilan batu dengan cara lain seperti operasi atau pembedahan.

Karena pelaksanaan operasi terbuka maka penderita akan merasakan sakit sehingga biasanya dilakukan pembiusan total. Cara lain, yaitu menggunakan alat canggih dan modern untuk mengatasi batu ginjal dan batu saluran kemih yang dikenal dengan nama extracorporeal shock wave lithotripsy. Alat ini memiliki arti menghancurkan batu dengan gelombang kejut dari luar tubuh. Dengan pengobatan penyakit batu ginjal ESWL, pasien tidak mengalami luka sedikit pun dan tidak memerlukan pembiusan.

Pada dasarnya konsep pengobatan penyakit batu ginjal dengan tanaman obat untuk gangguan batu ginjal sama dengan medis. Sama-sama bertujuan agar batu yang ada di ginjal maupun saluran kemih dapat hancu dan luruh bersama air kemih. Selain menghilangkan batunya, biasanya ramuan herbal dilengkapi dengan herbal lain yang berfungsi untuk mengatasi gangguan pengikut batu ginjal.. Penanganan tersebut meliputi infeksi atauu peradangan, rasa sakit (nyeri), dan pendarahan. Selain itu, tanaman penyerta juga menangani komplikasi, seperti tekanan darah tinggi, penyakit kencing manis, atau kolesterol.

Walaupun demikian, pengobatan tanaman obat tidak bisa berdiri sendiri sehingga masih diperlukan bantuan medis. Utamanya menyangkut identifikasi gejala yang dirasakan dan kepastian menderita gangguan batu ginjal atau tidak. Untuk mengetahuinya, perlu memeriksakan rontgent atau CT scan pada daerah yang sakit (pinggang). Jika benar terdapat batu pada ginjal, ureter, atau kandung kemih baru dilakukan pengobatan menggunakan tanaman obat yang memiliki efek mengatasi batu ginjal.

Umumnya, ramuan herbal terdiri dari atas beberapa capuran tanaman obat yang memiliki efek tertentu berikut ini keunggulan tanaman obat dalam mengatasi gangguan masalah dari penyakit batu ginjal.

Posted in batu ginjal | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Jenis-Jenis Batu Empedu

Terjadinya batu empedu dikaitkan dengan komposisi utama batu empedunya. Ada 3 jenis golongan batu empedu, yaitu batu kolesterol yang terbentuk dari kolesterol, batu pigmen/bilirubin yang dibentuk dari kalsium bilirubinat, serta campuran antara kolesterol dan pigmen. Batu kolestrol biasanya berasal dari metabolisme kolesterol di dalam hati. Karena sebagian kolesterol tersebut dialirkan ke kandung empedu, maka pada metabolisme kolesterol yang berlebihan akan memungkinkan terjadinya hipersaturasi dan akhirnya mudah terbentuk batu empedu. Apalagi jika memang terdapat penurunan motilitas (kontraksi) pada kandung empedu.

Mirip Maag

Adanya batu empedu tidak dirasakan pada sebagian besar penderitanya. Maka dari itu, keadaan ini disebut juga dengan silent stone yang seringkali ditemukan pada pemeriksaan USG secara tidak sengaja. Ada juga yang mengeluhkan rasa kembung, mual, nyeri di ulu hati, dimana gejalanya sangat mirip dengan dyspepsia atau maag. Namun sebagian orang yang mengeluhkannya ternyata memang menderita dyspepsia.

Tidak adanya gejala ini disebabkan oleh batu yang masih berada di kandung empedu yang belum menimbulkan peradangan maupun infeksi. Namun jika batu berpindah ke saluran empedunya, sangat mungkin akan menimbulkan gejala. Pada fase awal, nyeri dirasakan di ulu hati yang dapat bertahan hinga 60 menit. Kemudian perlahan-lahan nyeri menghilang dan tidak dirasakan sama sekali. Hal ini dapat berulang hingga beberapa kali sehingga pada sebagian orang akan menimbulkan gangguan dalam beraktivitas sehari-hari.

Selanjutnya, jika sudah terjadi peradangan, penderitanya akan merasakan nyeri di perut kanan atas. Atau bisa juga penderita nya merasakan nyeri yang menjalar ke perut kanan atas.

Jika batu empedu menyumbat muara yang sempit di saluran empedu, maka penderitaannya akan tampak kuning. Hal ini disebabkan batu yang menyumbat akan menghambat cairan empedu yang seharusnya dialirkan ke usus halus.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan murphy’s sign, yaitu rasa nyeri akan semakin bertambah ketika penderita menarik napas dalam sambil dilakukan penekanan pada perut kanan atas. Jika didapatkan murphy’s sign positif, maka kemungkinan besar seseorang menderita batu empedu. Pada pemeriksaan darah juga didapatkan peningkatan sel darah putih (leukositosis).

Cara paling mudah untuk mengetahui adanya batu di kandung empedu adalah dengan pemeriksaan USG. Pemeriksaan ini memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang cukup tinggi yakni 75%. Jika ditemukan peradangan pada kandung empedu, maka tampak penebalan dan edema pada dindingnya. Pada kasus yang kronik, tampak dinding kandung empedu mengalami penebalan tanpa edema. Sedangkan pada kasus silent stone, tidak ditemukan kelainan yang berarti pada struktur kandung empedunya.

Sementara untuk mengetahui kandungan dari batu empedunya, pemeriksaan foto polos bisa dijadikan pilihan pemeriksaan. Pada batu empedu jenis kolesterol, biasanya pada pemeriksaan foto polos tidak tampak, atau dalam istilah radiologi disebut dengan radiolusen. Sedangkan pada batu empedu jenis pigmen, akan tampak bayangan putih yang disebut dengan radioopak.

Posted in batu ginjal | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Batu Ginjal

Batu Ginjal yang ada di dalam saluran kemih atau kalkulu uriner merupakan massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan dapat menyebabkan rasa nyeri, perdarahan, penyumbatan atau aliran kemih atau infeksi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (liasis renalis, nefrolitiasis).

Gejala

Batu Ginjal, terutama batu yang kecil, bisa saja tidak menimbulkan gejala apapun. Batu yang berada di dalam kandung kemih dapat menyebabkan rasa nyeri di perut bagian awah. Batu yang menyumbat ureter, pelvis renalis maupun tubulus renalis bisa menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang sangat hebat). Kolik renalis ditandai dengan nyeri hebat yang hilang-timbul, biasanya pada daerah tulang rusuk dan tulang pinggang, lalu menjalar ke perut, daerah kemaluan dan paha sebelah dalam. Gejala lainnya adalah mual dan muntah, perut menggelembung, demam, menggigil dan darah di dalam air kemih. Penderita mungkin jadi sering berkemih, terutama ketika batu melewati ureter. Batu dapat menyebabkan infeksi saluran kemih. Jika batu menyumbat aliran kemih, maka bakteri akan terperangkap di dalam air kemih yang terkumpul di atas penyumbatan, sehingga terjadilah infeksi. Jika penyumbatan ini berlangsung lama, air kemih akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal, kemudian menyebabkan penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan pada akhirnya bisa terjadi kerusakan ginjal.

Diagnosa

Tingkat kesadaran masyarakat terhadap penyakit batu ginjal ini masih sangat rendah. Tidak sedikit masyarakat beranggapan kelainan yang muncul akibat batu ginjal sebagai sakit maag, biasanya karena gejalanya memang mirip. Baru setelah general check up masalah ini terungkap.

Batu yang menyebabkan nyeri biasanya didiagnosis berdasarkan gejala kolik renalis, disertai dengan adanya nyeri tekan pada punggung dan selangkangan atau nyeri pada daerah kemaluan tanpa ada penyebab yang jelas. Dengan melakukan analisa air kemih mikroskopik, bisa menunjukkan adanya darah, nanah atau kristal yang kecil. Biasanya tidak perlu dilakukan pemeriksaan lainnya, kecuali jika nyeri menetap lebih dari beberapa jam atau diagnosisnya belum pasti. Pengumpulan air kemih selama 24 jam dan pengambilan contoh darah untuk menilai kadar kalsium, sistin, asam urat dan bahan lainnya yang bisa menyebabkan terjadinya batu ginjal sangat membantu untuk pemeriksaan tambahan dalam menegakkan diagnosis. Rontgen perut bisa menunjukkan adanya batu kalsium dan batu struvit. Pemeriksaan lainnya yang mungkin perlu dilakukan adalah urografi intravena dan urogafi retrograd.

Pengobatan

Batu kecil yang tidak menyebabkan gejala, penyumbatan atau infeksi, biasanya tidak perlu diobati. Minum banyak cairan maka akan meningkatkan pembentukan air kemih dan membantu membuang beberapa batu; jika batu telah terbuang, maka tidak perlu lagi dilakukan pengobatan segera. Kolik renalis bisa dikurangi dengan obat pereda nyeri golongan narkotik. Batu di dalam pelvis renalis atau bagian ureter paling atas yang berukuran 1 sentimeter atau kurang seringkali bisa dipecahkan oleh gelombang ultrasonik (extracorporeal shock wave lithotripsy, ESWL). Lalu pecahan batu selanjutnya akan dibuang dalam air kemih. Kadang sebuah batu diangkat melalui suatu sayatan kecil di kulit (percutaneous nephrolithotomy, nefrolitotomi perkutaneus), yang diikuti dengan pengobatan ultrasonik. Batu kecil di dalam ureter bagian bawah bisa diangkat dengan endoskopi yang dimasukkan melalui uretra dan masuk ke dalam kandung kemih. Batu asam urat kadang akan larut secara bertahap pada suasana air kemih yang basa (misalnya dengan memberikan kalium sitrat), tetapi batu lainnya tidak dapat diatasi dengan cara ini. Batu asam urat yang lebih besar, yang menyebabkan penyumbatan, perlu diangkat melalui pembedahan. Adanya batu struvit menunjukkan terjadinya infeksi saluran kemih, karena itu diberikan antibiotik.

Pencegahan

Tindakan pencegahan pembentukan batu tergantung kepada komposisi batu yang ditemukan pada penderita. Batu tersebut dianalisis dan dilakukan pengukuran kadar bahan yang bisa menyebabkan terjadinya batu di dalam air kemih.

Konsumsi makanan bergizi seimbang sesuai kebutuhan dan lakukan olahraga secara teratur. Jangan membiasakan diri mengkonsumsi jenis makanan yang gizinya tidak seimbang seperti fast food dan junk food atau menggunakan bahan tambahan kimiawi seperti pengawet, pemanis dan perwarna karena menuntut ginjal dan hati bekerja lebih keras untuk menyaring dan menetralkan senyawa tersebut.

Perbanyak konsumsi sayuran dan buah yang mengandung vitamin A. Vitamin A sangat baik dan penting untuk kesehatan saluran kemih, sedangkan vitamin B terutama B6 dapat menurunkan kadar oksalat dalam darah sehingga mengurangi resiko pembentukan batu ginjal. Minum air putih 2-3 liter per hari. Dengan mengkonsumsi air yang cukup, sisa-sisa makanan terbuang melalui urin sehingga tidak mengendap menjadi batu ginjal.

Hindari kebiasaan menahan atau menunda buang air kecil karena bisa berbalik ke atas sehingga mengakibatkan infeksi.

Hentikan kebiasaan merokok.

Hindari menggunakan obat-obatan secara sembarangan seperti antibiotik dan anti nyeri karena dapat merusak ginjal.

Posted in batu ginjal | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment